Sajak Mahasiswa baru
Sajak Mahasiswa Baru Sajakku dimulai sejak tadi Waktu yang tidak bisa didatangi Aku menulis di atas harapan Yang semakin lemah karena disakiti ketidakmungkinan Tidak, ini terlalu cepat Kata maha dan siswa baru saja bertemu Penaku terbuat dari do’a-do’a Tintanya pekat Tapi kadang terbuang sia-sia Kerap kali aku menulis kata yang salah Tapi ingatan menjadi penghapus yang ampuh Karenanya, ide-ide baru bisa mengambil tempat Sesekali aku berhenti menulis Sajakku terlalu sederhana untuk mengkritik buku politik Kalimat-kalimatnya terlalu datar Rakyat bisa kalah Aku berhenti lagi Kali ini terlalu jauh Almamaterku berbisik : ini terlalu pagi, aku masih beraroma konveksi Ku pikir ia benar Sajak aku akhiri dengan titik Rakyat kelaparan Aku terlambat Padang, 28 Oktober 2018 - Agt